Sabtu, 07 Maret 2015

Saat Yang Tepat Dari Tuhan

Masih sendiri terdiam di pojok ruang
Masih menunggu di tempat yang sama
Getaran emosi membara saat semua berkata canda ataupun tiada tawa

Jalan yang di pilih ingin teguh berTuhan
Walau selalu dipandang aneh dan ajaib di mata manusia
Sakit memang atas cara pandang manusia terhadap diri

Pandangan manusia yang terbatas
Manusia seberapapun hebat dan kuatnya tetaplah mati
Tersenyum saja dan hadapi bersama Tuhan

Menunggu saat yang tepat untuk pemberian sejati dari Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar