Selasa, 01 Desember 2015

Rindu Memeluk

Dalam diam namun bicara
Dalam resah namun tertawa
Hanya namun tiada tapi
Bergulat pada kegelisahan hidup

Getir nada sumbang di setiap perjalanan
Merayakan kesuksesan dengan pesta
Menggeliatkan kedukaan kala nestapa

Ambil segenggam pasir lalu lemparkan ke pekuburannya
Relakanlah kepergiannya
Dalam hilang ambillah setitik pembelajaran
Hentikan meratapinya
Kematian abadi menuju kehidupan abadi
Matinya tak lagi hidup kembali walau berairmata darah

Getir terasa
Paras yang sangat mengagumkan
Sungguh sangat tak mampu memeluk
Seolah pelukan itu kini milik Tuhan

Lepaskanlah
Bebaskanlah
Tak usah mengingat yang tak mau pelukan ini
Walau sakit lalu jalani saja

Diam saja
Menyendiri
Mungkin menangis
Mungkin tertawa

Sudahilah
Dan benci saat tak memeluknya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar