Jumat, 22 Januari 2016

Sungguh Harapkannya

Tuhan,
Ku cinta ia
Sungguh

Saat ini hanya bisa menunggu dan menunggu
Bicarapun tak ada keberanian
Mendekatlah lalu dekap saja tubuh ini

Tuhan,
Ku rindu ia
Sungguh

Malam ini semakin larut tapi resah tanpa bincang
Saat aku yang mulai bicara dan ia hanya menjawab cepat
Jawaban yang tak mengartikan cinta kasih ia padaku

Tuhan,
Hujamkanlah namaku pada cinta ia
Dan segeralah ia katakan cinta lalu regut hasratku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar