Kamis, 02 September 2021

Teman Sialan!

Sialan!
Teman sialan!

Harum telur yang terkocok lalu digoreng menelusup semerbak di penciuman
Tapi telur itu bukan makananku kini
Terlalu riskan

Begitupun denganmu sialan!
Telah kusuguhi buah mangga aromanis
Telah kubawakan martabak manis sisa semalam pada keesokan paginya
Tapi diam-diam mukamu sang yudas

Faktor kebutuhan
Faktor ingin mendapat pengakuan sesuai prinsip Abraham Maslow
Melaporkan lalu pasang muka tak bersalah

Sialan!
Padahal puluhan tahun telah mengenal
Suatu bukti harta telah merubah watak seseorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar