Kamis, 30 Oktober 2025

Naifnya Cintaku

Manusia hidup dengan prasangkanya masing-masing
Sesakit itu
Senyeri ini

Beradu jotos sesama anak bangsa
Etika tak di jaga
Mengagungkan gelar, tahta juga harta

Trauma yang tak lekang
Masih membekas meski memaafkan
Sesakit ini mencinta saat tak lagi bersama

Begitu naifnya saat mencinta
Semua rasa tercurah untuknya
Meski tak tahu rasanya untukku itu ada atau tiada?
Atau rasanya sekedar dusta?

Saat mencintaku menjadi tererat dengan jerat
Bila kini mengingatnya menjadi tanya
Mengapa langkahku seperti itu?

Tak menyesal mencintaimu karena indah bagiku saat itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar