Mama bapakku menua
Semua yang memeluk badannya merenta
Meski tak tahu ajal tiba
Diriku atau beliau berdua yang terlebih dulu menutup mata
Yang kutangisi saat ini aku terpinggirkan
Masihkah diriku akan diingat beliau berdua dalam hati juga pikiran?
Manusia-manusia picik nan licik tengah memisahkan
Aku memaafkan namun tak melupakan
Tak hendak menyalahkan dunia
Semuanya sudah terjadi
Dan pilihanku telah terpilih
Mungkin ada emosi yang terjadi
Marah, tangis, tertawa karena aku manusia
Cinta dan mencinta hak mendasar manusia
Berbalas ataupun tidak merupakan hak manusia juga
Tak ada yang boleh memaksa dalam cinta
Kewajiban dalam cinta hanyalah ketulusan
Kasih mama bapakku tak lekang pada anak-anaknya
Kasih anak-anaknya tak boleh sakiti hati beliau berdua
Ingin menulis lagi
Tapi seolah hilang rasa
Seolah dunia tak berpihak
Lelah berpetualang sendiri
Mencari ketulusan cinta
Tetapi tak mudah memilih dari yang berserak
Semerawut
Berantakan
Menata hati yang berjatuhan satu-persatu
Mama bapakku tak usah memilih anak yang paling terkasih
Karena aku tak peduli itu semua
Di sayang ataupun terbuang, rasa kasihku tak berubah dan akan bertahan
Cintaku utuh pada mama bapak meski terpanggang oleh manusia berkamuflase ketaatan