Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Sabtu, 25 Maret 2017

Barusan Hilang Gairah

Barusan lelah
Tiada lagi semangat
Menguap cinta yang dahulu dikejar-kejar
Saat ranumnya terpetik
Gairah rasa perlahan memudar
Ingini putus serta menjauhi
Lalu mencari dan mengejar rasa ranum yang lain
Sensasi saat mengejar dan menaklukan sang ranum
Bila telah terkelupas maka rasa bosan kembali menggeliat
Barusan pagi hasrat denganmu memudar
Tak menggebu-gebu seperti pertama kali mengenalmu
Ranummu tak lagi membuat penasaran
Telah terkulai ranum itu
Lalu setelah barusan pagi
Ingin sudahi kebersamaan denganmu
Karena barusan telah hilang gairahimu

Tak Kunjung Berbalas Kasih

Selalu saja ada namanya kau sebut
Seolah kau tepikan kisah kasih kita
Kau anggap apa semua cerita kita?

Saat kutanyakan kau malah balik bertanya
Apa?

Kau tak mengerti atau dusta tak mengerti?

Kau tak harus menyuruhku pergi
Karena terlanjur menyukaimu
Walau kau lebih sering memujanya dalam pembicaraan kita

Aku yang mengalah demi kau bahagia

Potret Media Sosial

Saat potret tersebar di media sosial
Sesungguhnya sudah menyetujui terpatri di manapun
Resapi dan teladanilah dalam bergambar
Seperti telah kusimpan potret-potretnya
Karena hingga saat ini dirinya serasa jauh walau dekat
Seharusnya tiada amarah saat potret terpampang dimanapun
Karena potret-potret di media sosial merupakan terlegitimasi publik
 Mau ataupun tak mau potret-potret itu telah menyebar
Bila memang tak mau potret terpampang di manapun maka sembunyikanlah
Potret-potret di media sosial bak belati bermata dua
Bijaklah dalam memotret
Senanglah dalam memotret
Seperti aku yang sukacita saat menyimpan semua potretmu

Monitor Terkasih

Mata yang lelah
Terlalu lama menatap gambar-gambar
Silaunya tak jua membuat bosan
Selalu saja ada cerita baru dalam penyelaman
Dan seperti gila dibuatnya
Tertawa bahkan menangis
Marah bahkan canda menjadi saru
Tangan lalu otak menjadi layu
Tubuh kaku karena sepanjang hari mematung pada wajah berganti rupa
Saat semua gelap tak ada daya untuk menyala
Lalu diam dan sedikit kesal
Setengah gila
Setengah mati
Bagai mayat hidup
Komputer berinternet buat manusia bernyawa seolah mati

(Inspirasi dari status media sosial akun "FY" di 24 Maret 2017)

Matrealistik

Yang kumau darimu bukan cinta
Pulsa, seikat bunga, coklat, es krim bahkan uang
Dan jangan sekali-kali bicara cinta nan tulus
Cinta tulus lagi sejati hanya pada Tuhan
Selama masih bercinta dengan dunia maka materi jadi pamungkas
Bersilat lidah "materi tak bisa membeli segalanya"
Kataku "terserah mulutmu"
Bila cintaiku maka berikan berjibun limpahan materi
Bila tak mampu maka tak usah cintaiku
Yang kumau darimu bukan cinta
Semoga kau bisa memberiku banyak materi
Karena katamu "cinta telah membutakan segalanya"
Akal sehat tak lagi digunakan
Nafsu berbalut cinta walau sesat telah iblis racik seolah benar pada hati juga mata

Jangan Bertopeng Di Mukaku

Jangan berlagak baik
Jangan berlagak jujur
Jangan berlagak setia
Jangan berlagak mencinta
Jangan berlagak penuh berTuhan
Kedua bola matamu tak bisa berdusta
Topeng kebaikan kau kenakan
Kedok baik belaka

Sungguh, muak

Selasa, 21 Maret 2017

Cintaku tak Terlihat

Kau bayang
Asyikmu dengan percintaan semu yang lain
Tak bersamaku maka biarlah
Awas
Hati-hati dalam berhati
Hanya itu pesan dariku
Cintaku yang tak kunjung terlihat olehmu
Kurangkai kecintaan tak berbalas dalam sajak sendu