Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Minggu, 04 Desember 2016

Indahnya Tontonan

Tanpamu tontonan tak lagi menjadi indah
Tanpamu semua lagu menjadi kelam
Bila semua rasaku berbalas darimu maka indah
Semua lagu dan tontonan menakutkan tak lagi terasa
Dirimu mengertilah pada rasaku
Rasaku pada rasaimu sedari dulu

Gemetar Cinta

Belum puas bersamamu
Dirimu yang seolah tak mau
Malu
Cukup tutup matamu
Rasakan saja rasaku
Gemetaran kurasakan
Saat bersamamu dalam ruang tak bertuan
Ada isak tetesan
Aku sangat mengharapkan
Dirimu punyai cinta pada badan
Panggil aku bila kau cinta
Belai aku jika kau rindu dan ada
Semua kisah kita
Aku menunggu di balik jendela
Sentuhlah dengan pelan lalu bicara
Dalam gemetaran tapi penuh cinta kita

Ingini Ruang Cinta Kembali

Terima kasih cinta atas waktunya
Terima kasih sayang walau sekejap
Rasanya kurang lama saling berpelukan
Rasanya kurang lama saling melepas suka
Cinta kita telah mekar
Rindu kita bukan masalah usia
Kasih juga sayang kita nyata
Adakah ruang dan waktu untuk saling mencinta lagi?

Sabtu, 03 Desember 2016

Tak Enak Badan

Hari ini badan tak enak
Dirimu yang menari dalam benak
Aku hanyalah seorang anak
Mendamba cinta walau belum juga jinak
Bicaraku tentang cinta padamu menjadi terselak
Badanku sedang tak enak
Bicara sayangku hingga mulut serak
Cintai saja aku olehmu maka menarilah para pemandu sorak
Cintaku tak sekasar buah salak
Sentuhlah cintaku dengan cintamu tanpa jarak

Percayalah Kubahagiakanmu

Kau belum percaya kalau aku bisa buatmu bahagia
Bawalah aku dalam ruangan tak bermata
Kau akan kubawa dalam megahnya rasa
Hanya kita berdua
Segera
Tuntaskan segala
Rasa
Semakin cepat bersua
Semakin sering berjumpa
Rasa itu semakin nyata

Percaya

Hilangkanlah Ragumu

Dirimu cintaku
Dirimu sayangku
Dirimu rinduku
Rasakan semuanya dariku
Harus berapa lama menanti
Setiap malam terus berteman sepi
Dalam resah terus-menerus berharap mimpi
Namun disanapun dirimu tak kutemui
Semua lakumu cintakah?
Semua bicaramu rindukah?
Diriku dalam ragu melangkah
Ingin bersama berbagi rasa yang merekah

Maafku Atas Marahmu

Maaf bila cintaku membuatmu marah
Tapi sungguh aku terlalu sayang padamu
Maaf bila sayangku membuatmu diam tak bicara
Tapi sungguh aku terlalu penuh kasih padamu
Ajaklah diriku dalam pelukan
Ajaklah diriku dalam belaian
Rasakan segala rasa yang telah lama kurasa
Dalam ruang sepi terkunci tiada orang memandang
Dunia cintaku hanya padamu
Maaf bila karena cintaku membuatmu marah
Aku yang sebenarnya teramat sayang padamu
Maafku atas marahmu