Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Rabu, 04 Maret 2015

Tuhanku Berbeda Dengan CiptaanNya

Dunia ini tidak ada dengan sendirinya
Semesta yang teratur pasti ada pengaturnya
Katakanlah " Tuhan hanyalah satu "

Bila Tuhan miliki rekan maka cacatlah Dia
Bila Tuhan berkeluarga maka akan banyak anak Tuhan
Katakanlah " Tuhan tidak beranak dan tidak di peranakkan "

Tuhan miliki sifat yang berbeda dengan ciptaanNya
Andai Tuhan punyai sifat yang sama maka lumpuhlah kekuasaanNya
Katakanlah " Tuhan tempat bergantung juga memohon lagi meminta semua makhluk untuk segala sesuatu "

Tuhan tidak butuh keluarga, sanak dan kerabat
Tuhan tidak butuh perantara manusia
Katakanlah " Tuhan tidak ada satupun di semesta ini yang serupa dari segi apapun dengan Tuhan "

Sepotong Akidahku

Ada tangis lagi tentangmu
Bagaimana keadaanmu hari lalu, hari ini dan hari-hari mendatang ?
Cukupkah pangan, sandang dan papan kalian ?
Semoga Tuhan menjaga, menguatkan dan melindungi kalian semua

Tertulis rasa dari hati untuk kalian
Maafkan aku bila sampai saat ini hanya sepotong doa untuk kalian
Kalian pejuang-pejuang tertangguh yang di ciptakan Tuhan
Kalian para penjaga negeri para nabi

Tiang agama telah lama dipancangkan para malaikat pada negeri itu
Tanah, laut juga udara yang subur berkah Tuhan
Negeri kalian sebongkah dari akidah kami di seluruh dunia
Jagalah negeri itu lalu kami di sini ada doa bagi kejayaan kalian

Dalam musim dingin juga musim panas kuatkanlah semangat kalian
Keyakinan kalian pada Sang Esa menjadi kabar gembira bagi kami
Lihatlah, aku menangis dalam menulis ini
Ada tetes airmata yang jatuh di pipi

Tuhanku,
Dalam kuasaMu berikanlah setitik berkahMu bagi Palestina
Berikanlah keselamatan,kesejahteraan juga keamanan bagi Palestina
Bersama ridoMu lindungilah negeri para nabi ini

Selasa, 03 Maret 2015

Pendosa Yang Sebenarnya

Dosa lagi dosa dan dosa
Mereka yang berdosa tapi aku tidak
Terlalu angkuh mengakui diri ini seorang pendosa
Kesombongan menjadi simbol langkah
Tak sudi di labeli pelaku dosa
Berlaku bak seorang Hercules

Hormatilah aku karena aku manusia tanpa dosa
Lihatlah duniaku
Semua yang kumiliki karena hasil kerja kerasku
Sedang tak tahu malu
Memamerkan harta benda yang tak selamanya akan dipegang
Besar kepala karena merasa diri manusia paling suci

Bicara dan bertingkah semaunya walaupun menyakiti bumi
Dedosa yang di buat tak akan terhapuskan tanpa rasa pemurah dari Tuhan
Dedosa yang di buat tak lantas lenyap hanya dengan pengakuan pada manusia berbatas dinding
Sekali lagi mereka yang pendosa bukan aku
Karena aku ahli surga
Sombong yang menemali badan seakan kematian tak akan pernah hinggap

Tunjuk diri sendiri siapa yang sebenar-benarnya seorang pendosa ?

Gerakan Yang Berulang

Bicara sendiri seperti gila saja
Menari sendiri seperti gila saja
Bergumam lalu lakukan gerakan berulang persis sama
Serentak dalam satu ruangan melakukan hal yang sama

Esoknya kulihat lagi mereka kaum pria bermain air
Bertelanjang kaki masuki seperti tempat pemujaan
Tak ada patung ataupun bau dupa
Hanya tulisan Arab tertera pada dinding

Apa yang dilakukan kaum pria di sana ?
Menjelajahi dunia dengan hati nurani
Bertanya dan membuang ego diri
Gerakan yang mereka lakukan cara beribadah pada Tuhan

Ibadah bukan nyanyian yang berbeda di setiap tempat pemujaan
Ibadah yang di lakukan memakai bahasa yang sama yakni bahasa Arab
Tiada bau dupa atau kemenyan terbang tipis-tipis di udara
Ibadah yang di lakukan haruslah bersih segalanya karena hendak menghadap Tuhan

Ada cara unik mendekat pada Tuhan
Ada panggilan untuk memuja Tuhan
Mereka berserah diri lagi pasrah pada Tuhan
Mereka tanggalkan semua atribut dunia

Gerakan yang mereka lakukan shalat
Shalat yang semua isinya do'a dan pujian pada Sang Kuasa
Pelaku shalat merendah diri pada Tuhan
Para pelaku shalat ternyata tidak gila

Dalam shalat ada perasaan indah bertemu Tuhan Sang Satu
Karena tiada tuhan selain Allah
Meyakini bahwa Muhammad utusan Allah
Shalatlah karena bila amal ini baik maka baiklah amalan kita kelak

Racun Dunia Bila Tak BerTuhan

Kalian pikir yang terhebat
Sudahlah, hentikan saja pertentangan ini
Otak ini penat melihatnya
Pergi saja menjauh
Jangan pernah lagi menyentuh dan menyapa lagi
Bukankah itu yang kalian mau ?

Saat kalian bicara Tuhan tapi sikap tak berTuhan
Gilakah kalian ?
Tuhan kalian anggap bahan candaan
Tuhan kalian anggap lelucon yang gaib dan tak terlihat
Kemana saja perginya hati nurani kalian ?
Bosan mendengar rengekan-rengekan tak berTuhan kalian


Ini Gila Tentang Kehilangannya

Ini gila
Saat kubaca semua sairku mengarah padanya
Kehilangannya setelah bertahun-tahun belum juga dapat kulupakan

Ini gila
Ada senyum geli kala membaca semua tulisan ini
Karena semuanya tentang dirinya

Ini gila
Bagaimana jika dirinya membaca semua ini ?
Dan aku masih berharap padanya



Cintaku Tak Pernah Usang

Aku tak akan pernah bisa membencimu
Membenci hanya membuat rasa letih juga lelah di jiwa
Berdamai dengan situasi tanpamu
Beradaptasi dengan kondisi setelah kepergianmu

Walau hatiku merasa nyaman saat kau memelukku dulu
Kenyataannya kini kau menghilang tak tahu rimbanya
Saat kau katakan saat terakhir kita bersua
" Aku tak akan ke sini lagi "
Aku tak mempercayainya karena yakin kau mencintaiku
Tapi lacurnya keyakinanku hanya menguap bagai air laut
Esok harinya kutunggu namun kau tak datang jua
Sedih juga kecewa
Mengapa kemarin tak kita tuntaskan percintaan ini

Kau telah lama tak datang
Dan aku masih tetap merindumu
Sungguh tak ada benci lagi padamu
Walau sempat kesal karena kau pergi tiba-tiba
Rasa kesal dan rasa benciku padamu telah hilang
Datanglah kembali
Kita rajut hasrat yang belum selesai itu

Karena sebenarnya aku sangat sayang padamu