Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Senin, 26 Juni 2017

Penculikan Rasa Baik

Dalam ruang sempit kita hidup
Dunia yang telah dicuri
Tak lagi mengenali alam raya
Kehidupan yang telah dicekal
Otak dan hati harus seirama
Kebersamaan yang rancu

Tatapan jahat
Perilaku jahat
Pepohonan rimbun kini gersang
Getaran mobil yang melaju
Berputar mencari seseorang
Dunia luar yang terasa aneh

Rumput, pagar, dedaunan
Dunia yang berbeda dari tampilan televisi
Gambaran televisi hanya menunjukkan kebaikan sepihak
Garis kebaikan yang dilukis memaksa manjakan

Seperti menginjak dunia yang baru
Seolah terbelenggu selama ini
Seolah harus membenarkan perilaku sasar

Mungkin yang diputuskan salah
Mungkin yang diputuskan benar
Haruskah hidup kembali dalam ruang sempit?

Dunia yang terbelenggukan oleh kebahagiaan semu

(Inspirasi dari film "Room")

Belajar Indah

Menata hati menjadi indah
Bila memang angkara menjadi jumawa maka matilah
Bila memang keserakahan menjadi raja maka musnahlah

Sungguh tiada kebaikan yang bisa bersanding dengan ketidakbaikkan
Namun masih ada doa-doa yang mengiris tatanan langit menaik tegak lurus
Memaafkan merupakan jiwa yang indah

Jangan pernah lagi terus-menerus bicara lembut tapi menghujam
Seperti setan yang berpakaian malaikat
Jalanmu maka jalanilah tanpa terus memaksakan semua menjadi pemujamu

Sedang mengindahkan jiwa walau masih teringat pada sang raja dan permaisuri
Semoga raja dan permaisuri dijagai Tuhan
Belajarlah karena setiap peristiwa pembelajaran bagi orang beriman

Minggu, 25 Juni 2017

Tak Pernah Sampai

Sayangi 
Hasrat hati ingin bersama
Tapi seolah dunia tak memihak
Restu bumi serta merta menolak
Besarnya cinta tak mampu kalahkan perasaan
Perasaan yang tak kunjung peka pada cinta ini


Makhluk Tuhan terindah
Tersentuhpun tak kuasa
Melihatnya dari kejauhan
Betapa girang hati saat melihatnya
Kegirangan yang tak ditunjukkan
Sungguh dirinya makhluk Tuhan terindah


Sungguh sayang padamu
Sungguh lelah padamu
Tak mudah buat dirimu mengerti pada cintaku

Keras berusaha melupakanmu dari jiwa
Menyibukkan dengan segala aktifitas pada raga
Namun tetap saja otak dan hati terpaut dan melupa tak kuasa

Selasa, 20 Juni 2017

Berkedok Baik

Benarlah apa yang dikatakan ibunda
"Dasar sok suci!"

Benarlah apa yang dikatakan ibunda di hadapan khalayak ramai
"Dasar anjing!"

Terbukti sekarang di dunia saja banyak fakta yang direkayasa
Memberi tapi berharap pamrih
Otoriter lagi merasa paling berjasa
Bukankah sang mantan pengagum pernah berceramah lewat toa
"Ada setitik saja rasa angkuh dan sombong dalam hati, itu tidak boleh
karena kesombongan merupakan selendang Tuhan"

Di surga Menanti Tercinta

Seutas tali kekang yang coba dipegang
Kerinduan yang tak kuasa terjalin
Meratapi segala usaha yang tak pernah sampai
Berjalanpun seakan rapuh
Sungguh tak kecewa saat tak mendapatkan
Hanya perih yang seolah menusuk batin
Ada airmata tertahan terasa enggan jatuh
Ingin menangis tapi cinta tak untuk dipaksakan
Doa dan bersimpuh hanya itu yang bisa
Karena bicarapun bila terbentur karang maka sia-sia
Mengadukan segalanya saja pada Tuhan
Lalu menanti kehidupan kelak
Semoga bila di dunia tak jua dicintai ada terbersit harapan
Berharap di surga kelak ada pengganti abadi

Sabtu, 17 Juni 2017

Berhentipun Tak Bisa

Aku sudah berhenti
Kututupi semua pintu setan dalam balutan semen di bawah lantai meja kerja
Semua kenangan bersama yang terindah dalam potret
Tapi seakan rasa jahat masa lalu masih membekas
Terus menguntit seolah parasit

Ambil semua yang tersisa
Bakar semua tempat naungan
Hanguskan potret kebersamaanku
Tapi ingatanku tak pernah pupus
Walau coba mencuci otak lagi membersihkan semua rasa

Jangan coba-coba membangkitkan raja singa
Kesabaran yang ditahan agar tak terpantik
Perang yang kau tawarkan menjadi amarah
Ajakan malaikatmu bak musang berbulu domba
Dan kupahami dengan menolaknya

Kau hancurkan semua yang kupunya
Kau tahu lambat-laun kematianmu akan tiba
Bila tidak denganku maka arwahku yang akan membunuhmu
Aku sudah berhenti dari rasa jahat
Aku ingin lurus berjalan ke arah cahaya saja

Jangan pernah membangunkan rasa sabar ini

(inspirasi dari film John Wick Chapter 2)

Cemburupun Tak Berhak

Saat kau memanggilnya sayang
Saat melihat potret kebersamaannya
Saat melihat potret-potretmu
Saat kuberkata lalu kau menampiknya

Aku cemburu
Tapi cemburukupun tak berhak

Perih
Sakit

Saat cinta benar-benar tak benar-benar dicintai