dari:frogstafara.wordpress.com

dari:frogstafara.wordpress.com

Selasa, 25 November 2014

Watakmu

Watakmu tak sejalan membuatku lemah
Akhiri segala sabar saat dirimu menaruh curiga padaku
Nyenyaknya tidur terusik dengan hiruk-pikuknya dunia
Dan aku masih cemas saat melepas rindu denganmu
Aku tak menyesal mengenalmu walau kau tak sayangiku

Warnai

Walaupun sakit juga perih melilit badan
Aku sudah bilang "tak usah berteman saja"
Namun karena rasa akhirnya terjalin sudah
Dan kini tiba-tiba segalanya seperti tak berbekas
Ingin selalu dekat denganmu terpeluk dalam dinginnya malam

Minggu, 23 November 2014

Serasa Berat

Tak bisa untuk menyentuhnya
Memeluknyapun kini sedang tak bisa
Serasa berat

Bila cinta hak manusia mengapa rasaku ini begitu pelik ?
Cintaku memang seolah menafikan Tuhan
Dan ini serasa berat

Adakah jalan lain agar aku bisa selalu dekat dengannya ?
Ingin selalu melihatnya dan rasakan gejolak cinta dalam dada
Menahannya selama ini serasa berat

Tuhanku, kulakukan semua ini untukMu
Tuhanku, walau seakan perih menjalar badan tanpa cintanya
Untuk Tuhanku walau serasa berat, aku rela



Bahagia Yang Semu

Mereka semua tertawa dalam kebahagiaan fatamorgana
Saat dunia digenggam maka nafsu menguasai seluruh sendi tubuh
Terbahak-bahak hingga tersedak sampai melupakan dedosa dunia
Tak ingatkah akan kepasrahan saat memujaNya dalam barisan saf ?
Ataukah memuja Tuhan hanya sekedar rutinitas tanpa meresap di jiwa ?

Pemujaan pada Tuhan bagi mereka hanya mau penghormatan dari dunia
Biarlah berbeda sendiri saat berTuhan di pandang kehinaan
Karena pandangan Tuhan jauh Maha Sempurna daripada dunia
Mereka berbahagia dalam kesemuan dunia
Pujalah Tuhan dengan hati maka itulah kebahagiaan hakiki



Kesendirian Ini, Tuhan Maha Tinggi

Dalam sendiri ingin membunuhi sepi
Saat nafsu terus merancu penuh sesat di kepala
Kesasaran tanpa Tuhan yang memaksa untuk dipenuhi

Seperti tangkai pohon yang terombang-ambing angin
Memaksa untuk patah lalu jatuh ke tanah
Memaksa untuk terbang tanpa arah keTuhanan

Jiwa ini ingin seperti gunung yang tetap tegak berdiri
Tak bergerak walau badai menerpa badan
Hanya kuasa Tuhan yang dapat memuntahkan letusannya

Gunung yang tak berkawan tak pernah sepi
Gunung selalu memuji nama Tuhan
Dan aku ingin seperti gunung

Tak mau seperti karang di lautan
Karang yang terkikis oleh asinnya air
Karang yang tampak kokoh namun rapuh

Gunung dalam sendiri tak pernah ingin membunuh sepi
Gunung telah mengenal sebegitu dalam Penciptanya

Dan aku ingin seperti gunung

Tabir Hidupku

Bila dapat menerka masa depan maka ingin yang terbaik saja
Bila dapat meraba apa yang terjadi esok maka waspada dalam bertindak
Bila dapat kembali ke masa lalu maka kuperbagus segala yang kurang
Tapi masa lalu dan masa depan tak dapat ku kuasai
Karena hanya Tuhan Pemilik Waktu

Demi masa, aku berlindung dari kesia-siaan masa depan
Demi masa, aku berlindung dari kesombongan kegemilangan masa lalu

Segala tabir hidup kupasrahkan pada Tuhan semata
Karena hanya Tuhan Sang Penguasa Waktu

Karena tiada daya dan upaya tanpa kuasa Tuhan 

Tuhan Tak Akan Salah

Berjalan saja lurus berTuhan
Tepikan dan acuhkan cibiran manusia saat teguh bertaqwa
Rasa nyeri juga sakit hanyalah sifat manusiawi
Berdamai saja dengan hati sanubari
Hanya pembuktian kelak di akhirat siapa yang berdiri terbenar


Karena Tuhan tak akan salah