Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Jumat, 24 April 2015

Asa Itu

Seiring waktu kularungkan segala asa yang pernah melilit
Dahulu sangat mendewakan sesuatu yang seolah indah pada mata
Kini penilaian tentang asa itu perlahan memudar

Air sungai membawa asa itu
Kaki ini beranjak pergi dan tak pernah lagi menengok ke aliran sungai
Biarlah asa itu terbawa arus hingga sampai ke samudera

Asa itu sangat mengganggu hidupku
Jangan pernah berniat diambil bila asa itu melintas pada aliran di depan rumah
Tak pantas asa itu disemayamkan dalam dada

Asa itu
Tentang kamu
Asa itu mencintaimu

Cuacaku Tanpamu

Terlalu dingin cuaca hari ini
Terlalu panas cuaca hari ini
Mungkin sepanjang hari cuaca akan terasa tak akrab pada badan
Perasaan jiwa yang tak menentu setelah kau berbohong

Kau telah berdusta
Perkataanmu kepadaku hanya demi kesenanganmu belaka
Kau tak pernah datang
Aku yang menantimu di pintu gerbang seperti janjimu

Kau tak pernah datang
Hari-hari kulalui tanpa pelukanmu
Ingin membencimu tapi tak bisa untuk membencimu
Hatiku terlalu sayang juga cinta pada dirimu

Janjimu akan datang tapi tak pernah datang
Rasa cintamu yang tak bisa diraba olehku
Aku seolah orang asing di hadapanmu
Aku ingin bertemu setiap waktu denganmu

Cuaca di hari ini tanpamu terasa begitu asing bagiku

Kamis, 23 April 2015

Janji Cinta Dari Hatiku

Saat mengenalmu begitu banyak puisi tercipta
Kini setelah berusaha melupakanmu kurajut kembali puisi yang sempat terhenti
Dan ternyata diriku cukup tangguh untuk berusaha tanpamu
Walau sekali lagi memang tak mudah
Namun inilah kehidupan
Terkadang cinta bisa dimiliki dan terkadang cinta tidak bisa dimiliki

Kepergianku darimu memang suatu keharusan
Karena menunggu membuat rasa sakit semakin mendalam di hatiku
Dan aku tetap tegar walau tanpa cintamu
Aku senang bila kau temukan seseorang yang kau cinta
Mungkin ada sedikit saja rasa cemburu dariku
Tapi bila cinta itu bisa membuat hatimu bahagia maka aku akan tersenyum

Mungkin puisi ini sedikit tak romantis
Tak mengapalah
Karena ini hanyalah sebentuk curahan dari dalam dada
Pada awalnya tak mengenalmu dan kini tanpamu setelah mengenalmu
Memang tak mudah jalani hidup seperti biasa setelah mengenalmu
Cintaku padamu tetap terjaga dan aku tak akan pernah mengganggu cinta di hatimu

Bahagialah Cintaku

Ternyata memang lebih baik tanpa diriku
Aku yang terlalu menghujami dengan perasaan kasih
Dirimupun terpelanting hingga terjatuh dan hilang dalam dunia yang marjinal

Diriku tersenyum melihat dirimu bahagia setelah aku pergi
Bahagialah dirimu dan jangan hiraukan segala kesah dariku
Aku hanyalah seorang pecinta yang mencari cinta

Jalani kehidupanmu dengan indah walau tanpa aku
Jangan pernah mencari aku lagi
Aku yang melihat dan mengagumimu dari jauh

Perasaan kasih padamu senantiasa tetap ada
Kebahagiaanmu menjadi hal yang utama bagiku
Bahagialah dimanapun kau berada



Merintih Pada Tuhan

Hei, Tuhan
Dalam resah aku senantiasa memuja
Dalam perih nan luka aku sujud dalam barisan pemuja
Bahagia juga damai yang kucari hanya didekap kasih Tuhan
Mungkin rutinitas dunia telah menyibukkan hati dan pikiran
Namun sungguh perasaan kosong dalam jiwa saat bersua
Aku lemah dan sungguh tak berdaya
Terlalu naif bila sombong juga angkuh lalu semua nafsu mengikat badan ini
Aku yang tak punya kuasa juga kekuatan bila tersungkur saat waktu memuja

Hei, Tuhan
Menangisi dedosa saat diri penuh ketakutan
Menjalani ibadah namun segala macam dosa masih direguk
Perjalanan untuk memuja seakan panjang
Hati yang berkecamuk penuh onak dan terus melangkah
Tertawa hanya untuk menutupi segala kekurangan diri
Dan Tuhan Maha Tahu segala yang tersembunyi di dalam hati
Berharap pemujaan ini mendapat karomah dari Tuhan
Dan kali ini aku merintih pada Tuhan

Hei, Tuhan
Aku hamba yang lemah dan terlalu kecil di banding kuasa-Mu

Tertutup Tapi Telanjang ( T3 )

Dan mereka berpakaian tapi telanjang

Busana mereka tertutup rapat tapi menggoda birahi
Ada godaan dalam cara berpakaian mereka

Dalam ketatnya pakaian lekukan tubuh tercetak jelas
Dalam rapinya yang dikenakan titik-titik sensual tubuh menerawang

Mereka berpakaian namun penuh syahwat nan goda
Tertutup rapat tubuhnya namun setiap mata dapat melihat isi tubuhnya

Dan mereka berpakaian tapi telanjang

Tanpamu Hidupku Terasa Kurang

Tak hendak menyalahkan siapapun
Rasa yang mendera dan menjadi sebuah tetabuhan perang
Rasa yang terus menohok pada dada juga jiwa

Perjalanan hidup di muka bumi harus dijalani
Rasa duniawi dan terlalu riskan untuk terus di ikuti
Mengaku pada dunia bahwa diri terlalu lemah

Nafsu-nafsu yang menjadi candu dan membutakan mata hati
Jatuh dalam lembah penuh nista
Rasa ini patutkah dipertahankan?

Lalu belajar tak mengenal rasa
Memang sakit pada jiwa
Biarlah karena luka dan sakit bisa di ajak tertawa

Tanpa mencinta dan tanpa merindu dirimu yang tak peka rasa
Berjalanlah walau dengan perasaan duka
Hidupilah kehidupan ini walau tanpa kecintaan dari dirimu