dari:frogstafara.wordpress.com

dari:frogstafara.wordpress.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Satu Tempat

Masih berkutat di tempat itu
Sudah lama sekali kutunggu dirimu selesai
Namun penantian ini buatku kesal
Tiba-tiba segalanya banyak bicara
Dan ini buatku seolah diam tak bergerak

Kapan dirimu pergi dari tempat itu ?
Kau pikir aku tak akan singgah di tempat itu ?

Arah Jemariku Sayangimu

Aku tahu mungkin tak sempurna di matamu
Namun rasa sayang ini murni padamu
Degup jantungku menandaskan kaulah cintaku
Rasakan saja tak perlu banyak bicara
Aku masih menyukaimu

Jahatnya hatimu yang pergi tiba-tiba
Udara panas sepanjang jaman setelah kau tiada
Lihatlah hidupku tanpamu kini
Ikutilah kemana kakiku melangkah
Aku yang berjalan dengan langkah gontai
Nelangsa diri

Suaramu tak manja lagi terdengar
Anggukkan kepalamu memudar tak kuingat lagi
Saling merindukah kita berdua?
Masih ada dan selalu tetap ada kasihku padamu
Injaki sesak di dada tanpa tahu rindumu padaku
Tawarkanlah sedikit pelukan untukku
Aku yang mematri namamu di jiwaku


Damai BerTuhan

Berisik sekali di luar
Bising sekali di sana
Dan aku enggan keluar
Biarkanlah serasa damai di dalam
Saat keluarpun mereka semua bertindak arogan
Bahasa keangkuhan lagi kesombongan yang dipertontonkan
Aku muak memberi petuah
Segala ucapku dianggap lelucon kosong
Sabarku hingga kematianku
Dengan mereka yang tuli dan buta mata hatinya
Mereka seolah raja dan ratu yang tak bisa terbantah dalam berkata
Rasakan nanti azab Tuhan bila mereka terus merasa paling benar
Mereka lupa manusia terkadang penuh salah

Damai aku dalam berTuhan

Dan Aku Masih

Dan aku masih menautkan asa padamu
Dan aku masih menginginkan kita bersama lagi
Dan aku mau kita meraih hasrat hingga selesai

Dan aku tak tahu sampai kapan rasaku padamu pupus

Jumat, 19 Desember 2014

Nyanyian Terindah Warnaiku


Nyanyian tidurnya saat ku kecil dahulu
Utarakan segenap sayang beliau padaku
Nyanyian yang tetap terdengar hingga kini
Usahlah jatuh airmatamu karena sikapku
Namamu selalu ada dalam setiap langkahku
Gambaran keindahan surga terpancar dari wajahmu

Tabir hidupku tercipta Tuhan melalui ibu dan ayah
Ingin selalu berbuat yang terbaik untukmu berdua
Tak pernah terlintas untuk buat berduka
Aku anakmu sangat menyayangi kalian berdua

Waktumu tak pernah habis untuk kebahagiaanku
Aku tahu terkadang ada marahmu untukku
Rinduku di pelukmu maka maafkan salahku
Surga Tuhan tergantung pada ridhomu
Inilah aku dengan segala lemahku
Tak mau lagi buatmu menitikkan airmata sedih
Aku cinta kamu selamanya

Wujud Nirmalaku

Wanita Bidadari surga sedang memelukku di dunia
Aku nyaman dalam dekapannya
Tak pernah mau untuk melepaskannya
Ibuku, kaulah sang bidadari surga itu

Naluri anakmu ini ingin selalu melindungimu
Ukuran cintaku mungkin tak sebesar cintamu padaku
Rintik hujan menggigilkan badan
Bunyi petir menggelegar menciutkan nyali
Aku tersungkur di hadapan ibu
Endapkan hujan dan petir itu
Tuhanku, bahagiakanlah selamanya ibuku

Ibu, aku sangat mencintaimu

Pahlawan Dalam Diam

Tiarap
Tertidur dalam terjaga

Terdiam lalu terduduk dalam memegang senjata
Ini pelatuk senjata yang siap di letuskan
Tak pernah sudi kami dijajah
Tapi kamipun membenci peperangan
Perang yang menyengsarakan penjajah dan yang terjajah
Kami ingin merdeka

Pergilah kalian sang penjajah
Ini negara kami
Kedaulatan negara kami jangan kalian rantai

Kami tak berharap bila kami dianggap sang pahlawan
Karena kami sadar membela negara kami tercinta suatu kewajiban

Ingatlah, bangsa yang besar apabila menghargai para pendiri bangsanya