Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Selasa, 31 Maret 2015

Menggaruk Luka Hati

Dia tidak bermain dengan hati
Dia tidak bermain dengan perasaan
Dia tidak memiliki rasa
Hanya aku saja yang terlalu memakai rasa

Keelokan juga kebaikan hatinya tak terlihat secara jelas
Hanya bisa menerka keindahan perasaannya saja
Aku tak mau pergi menjumpai dia
Bila dia tak ada rasa untuk berjumpa

Dia yang selalu memaksa akan rasaku
Bukankah dirinya yang menyuruh aku untuk menunggu cinta
Dia yang seakan menggaruk luka hatiku
Dia yang tanpa rasa karena hatinya sekeras baja

Menunggu dia hanya membuat luka semakin perih saja
Aku yang setia menanti rasanya
Atau hanya aku yang memakai rasa dalam hubungan ini?
Atau memang dia tidak mempunyai rasa padaku

Senin, 30 Maret 2015

Diriku Tak Terlihat

Saat diri sakit saat kebutuhan untuk mereka coba dicukupi
Tak hendak mati saat pengganti diri telah datang
Cukup pergi saja menjauh dari dedosa
Menutupi segala lelah juga penat
Tertawa dan bercanda dan berusaha tampak bugar

Aku sehat untuk mencukupi kebutuhan mereka
Walau tanpa bicara antara kita
Aku tak mengapa
Jangan lihat hatiku
Telah terbiasa tak terlihat

Memberi saja dan lalu pergi

Yang kumau kebahagiaan mereka
Jangan buat mereka berteriak
Jangan buat mereka menjerit
Jangan buat mereka berkata tak pantas
Kalian tak berhak menyia-siakan mereka

Berharap Cintamu

Apalagi yang harus kutulis bila kau tak mencinta
Lenyap sudah harapan untuk berkasih sayang denganmu

Begitu mudahnya kau menanggapi rasa sayangku
Kau acuhkan dan bersikap seolah-olah tak ada hati yang tersakiti
Ada hati yang perih yaitu hatiku

Walau hatimu memang keras
Setidaknya mengertilah pada semua kata dan tanda
Ada aku yang berharap cintamu

Adakah setitik cinta darimu untukku ?
Hanya ingin dicintai
Walau dalam dunia yang tersembunyi

Segalaku Tapi Dirimu Tidak

Mencinta tapi tak dicintai
Mengasihi tapi tak dikasihi
Menyayangi tapi tak disayangi
Merindui tapi tak dirindui

Menunggu kedatangannya tapi dirinya membosan dan tak menunggu
Katanya diriku masih terlalu labil dalam merajut sesuatu
Katanya tak kecewa berbincang denganku
Namun mengapa ada kata bosan dalam katamu ?

Aku yang selalu memakai hati dalam kebersamaan ini
Aku yang takut akan kehilanganmu
Tak menyesal sempat mengenalmu
Dalam kasih sayang ku menghitung hari

Andai kau minta tubuh ini maka aku akan diam
Aku yang rela menyerahkan segalanya pada wajahmu yang terlihat seram
Ini segalaku untuk dirimu
Tapi tidak untukku dari dirimu

Semoga ada jalan terbaik bagi kita berdua


Sabtu, 28 Maret 2015

Komentarmu Tak Berguna

Jangan berkomentar sinis
Hentikan ocehan-ocehanmu yang merendahkan
Kau bicara namun terasa ringan di mulutmu
Kau tuliskan beragam kata tak bermaksud sakiti
Hati ini bukanlah baja
Diri ini bukanlah sebuah patung atau boneka
Aku manusia

Komentarmu tak berguna bila hanya mengolok-olok kelemahan

Dirimu pikir dunia telah sempurna kau miliki
Kau pikir dirimu berhak berkata apapun tentang hidupku

Kau tak tahu apapun tentang hidupku
Kau hanya menilai yang tampak di permukaan saja
Kau tak melihat dengan pandangan keTuhanan

Komentarmu sampah dan aku tak peduli

Sang Kuda Liar

Seperti gerombolan kuda liar di alam bebas
Mendekat dan menjauh sesuka hatinya

Mungkin begitu pula dirimu
Hatimu yang kasar juga keras
Tak merasa atau pura-pura menutup mata juga telinga untuk rasaku
Tak tahulah apa yang ada dalam hatimu tentang diriku

Betapa gamangnya hatiku yang berharap cemas apakah kau selamanya bersama ?
Atau kau tiba-tiba akan pergi begitu saja ?
Aku yang mencinta dalam diam tak akan katakan cinta dari mulutku untukmu
Aku menanti saja dirimu yang ucapkan sayang untukku terlebih dahulu

Aku takut kau marah dan tak terima atas rasa sayang juga cinta dariku

Dalam resah ini aku bersiap seandainya dirimu menjauh seperti kuda liar itu

Dalam Ruang Tak Berbentuk Aku Cintaimu

Mengenalmu membuat hari-hariku sibuk menunggumu
Menunggu dalam ruang yang tak berbentuk
Perjumpaan yang tanpa wajah hanya dengan sebaris kata-kata
Rindu ini harus kusembunyikan darimu karena takut kau tak merindu
Cinta ini kupendam dalam dada karena khawatir kau tak mencinta

Bila kukatakan aku merindu dan mencinta lalu kau pergi maka terpurukku
Katakan saja terlebih dahulu olehmu untukku bahwa kau sayang aku

Tak mengertikah kau atas segala tulisan tentangmu ?
Segala kataku dalam ruang tak berbentuk untukmu

Aku mencintai juga merindukan segalanya tentangmu
Ingin segera berjumpa dalam ruang berbentuk 
Hanya ingin didekap hangat olehmu
Sedikit kecupan menggelitik tanda sayang darimu
Aku tak mau terus katakan segala cinta untukmu dalam ruang tak berbentuk

Jika percintaan kita harus tersembunyikan maka sembunyikanlah dari dunia

Cinta dan sayang ini hanya milik kita saja