Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Selasa, 01 April 2025

Idul Fitri-ku

Jujur
Telah bertahun-tahun tak pahami maknanya
Telah kehilangan bahagia sejatinya
Banyak yang berkata "karena kamu belum berkeluarga"

Jujur
Jika idul fitri dijadikan momen kumpul keluarga lalu bagaimana dengan ratusan hari yang dijalani?
Rasa sakit, rasa perih, rasa jahat termaklumi-kah pada hari tak ber-idul fitri?
Jahatkah diri tertawa saat idul fitri tetapi berkarib dengan iblis di ratusan hari sebelumnya?

Jujur
Selaksa berjibaku tanya penuh tanda tanya
Menggelar pesta satu hari dengan rasa megah
Bercumbu dengan pakaian baru dan segala duniawi yang baru
Tersenyum penuh tawa terpampang potret-potret indah dengan makanan yang kadang menjadi sisa

Jujur
Pesta 1 hari dan melupakan pesta 1 bulan sebelumnya di Ramadan
Gamangku saat Ramadan hingga gugup menjamu dengan apa?
Gelapku untuk perayaan idul fitri karena Ramadan bagiku pesta sesungguhnya

Jujur
Tiada glamor, tiada mewah pada idul fitriku
Karena Ramadan belum seutuhnya ku berpesta pora

Jujur
Bagiku
Idul fitri bukan perayaan kemenanganku atas Ramadanku
Idul fitri merupakan perayaanku untuk kehilangan pada Ramadanku

Pantaskah kuberpesta jika kehilangan Ramadan yang kusayangi?

Paradoks Kehidupan

Paradoks
Aku di matamu
Tersudutkan
Terjauhkan

Senyumi
Hindari
Selama otakmu tak sejalan nurani
Paradoks bagiku

Begitu banyak tawa
Begitu banyak karib
Sedih yang tak kentara
Paradokskah ini?

Jika menjadi baik tak pernah dihargai
Lantas haruskah menjadi rasa jahat?
Saat puji dunia menjadi candu dibanding puji tuhan
Sebuah paradoks kehidupan