Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Minggu, 21 Desember 2025

Kamu Bukan Rumahku

Entahlah, rumah mana yang akan kutuju?
Atau aku yang terlalu keras kepala pada kehidupan?

Melangkah pelan
Karena jalan hidup manusia berbeda
Nikmati saja tanpa perlu menjadi beban
Jika rumah yang kutuju hanya sekedar singgah
Maka kuterima
Tak mengapa meski dulu berharap teramat banyak pada rumah itu

Bukan salah rumah itu
Tetapi ada segelintir racun yang memaksakan maunya
Begitu tak tahu malu
Meski usia semakin menua

Ingin membawa 2 permataku dari rumah tanpa respek itu

Karena kucinta tak kusesali
Karena kusayang tak kutangisi
Tetapi dusta-dusta juga berbagai alasan buatku mengerti
Dia yang sedang merasa sendiri juga sepi

Saat mencintaku padanya penuh upaya
Dia yang sengaja terus membalikkan fakta
Saat merinduku selalu berusaha hadir juga ada
Dia yang menghujat birahiku bak monyet katanya

Saat semilyar nyeri atas perilakunya mencoba bertahan
Tetapi jika terus berulang maka menjadi tak tertahan
Katamu "rasamu merupakan kerahasiaan"
Tersadar saat dirimu berujar "miliki kawan!"
Melepaskan
Carilah penghibur kesepianmu, silahkan!

Tak menyesali segala yang kuberi padamu
Meski dirimu tak pernah memberi arti
Tak menangisi semua langkah menuju dirimu
Meski dirimu tak menghargai perjalananku

Menghilangmu kini mungkin mencari penghibur baru

Kukira dirimu rumah
Tapi ternyata hanya singgah sementara
Dirimu sama saja ternyata
Dirimu bukan rumah hanya tempat persinggungan tak menguat rasa

Tak mau lagi tersakiti
Rasamu hanya sandiwara
Saat bersama kau bak mayat hidup yang sedang bercinta
Aku rindu tapi tak mau terus dibohongi

Kusangka dirimu rumah ternyata dirimu hanya manusia kesepian

Kamis, 11 Desember 2025

Masih Pantaskah Iblis Menggodaku?

Tinggalkanlah aku dedosa!
Tolonglah!
Menjauhlah dariku dedosa
Aku tak layak digaulimu

Lihatlah aku!
Sungguh tak layak digandrungi dedosa
Begitu banyak lemahku
Begitu banyak kurangku
Mengapa masih saja kau terus menggagahiku?

Aku tak sebaik ahli agama dalam ibadah
Aku tak sepintar ahli akademisi dalam berfilsafat
Aku manusia biasa yang sekuat daya jauhi dedosa
Maka tolonglah sekali lagi!
Carilah lawan sebandingmu untuk di goda
Jangan aku!

Aku bukan selebritis
Aku bukan tokoh masyarakat
Aku bukan pesohor
Aku hanya manusia biasa
Tak malukah iblis menggodaku dengan dedosa ini?

Aku tak mau terus berkubang lumpur maksiat
Maka tolong, enyahlah dedosa!
Aku hanya orang biasa saja yang tak miliki kekuasaan
Masih pantaskah aku kau goda dengan dosa-dosa?
Manusia selemah dan sehina ini?
Yang tak ada daya upaya hanya bernaung pada belas kasih Tuhan

Maka, tolong jauhi aku dari dedosa
Aku hanya ingin dekat dengan Tuhanku

Dengan segala kefakiranku
Masih pantaskah iblis menggodaku?

Jika iblis masih menggoda dengan segala kefakiran
Maka jelaslah sudah
"Iblis musuh yang paling nyata untuk manusia"

Rabu, 10 Desember 2025

Kejinya Hatimu!

Jangan kau samakan kesepianmu dengan kesendirianku
Rasa sepi dan sendirian merupakan 2 hal yang berbeda
Tak masalah dengan sendiriku
Kesepianmu dijadikan untuk memojokanku karena sayangimu
Dua hal yang berbeda namun jelas rasanya

Jika bersama denganku membuat masalah
Maaf

Jika waktu bersamaku buatmu tersiksa
Maaf

Jika tempatku buatmu ingin pergi menjauh karena tak nyaman
Maaf

Jika dirimu merasa bersalah penuh dosa karenaku
Maaf

Sesalku tak menyesali bersamamu
Karena saat bersamu penuh kehangatan

Membuat jengah
Resah
Saat mental sedang lelah
Kau datang tak mau mengalah

Tak ingin membuat pertentangan
Tak mau membuat pertikaian

Jika yang kamu mau aku kalah
Iya, aku kalah saja

Jika yang kamu mau hanya kamu yang menjadi pemenang
Iya, kamu pemenang

Cukup dariku yang tak mau beradu argumen dengan manusia "bersatu telinga"
Ingin didengarkan tapi tak mau mendengarkan

Jika menjadi anjing penjaga goa lebih baik
Maka anjing lebih istimewa daripada kamu
Dirimu yang lebih rendah dari anjing
Tak berbalas rasa juga tak berbalas kata

Kejinya hatimu!