Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Alam Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari: Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia

Pemandangan Jalan Raya Memecah Bukit Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Dari : Koleksi Pribadi Slami Pekcikam

Jumat, 17 April 2026

Tiada Ketulusan

Begitu mudahnya melupa
Begitu mudahnya memporak-porandakan
Iya, hatiku yang bayangkanmu bersama yang lain

Definisi cinta tapi tak bisa milikimu ada padaku
Nyeri meski tersenyumku

Pertama terakhirku yakni kamu
Cukup padamu saja!

Aku memang bukan siapapun bagimu
Saat kau mulai merancu tentang kisah cintamu
Terlepas itu fiktif atau non fiktif

Tandaskan hati bahwa kau tak berhati
Meski kau telah mengetahui bahwa pertama terakhirku denganmu
Seolah kau lihai mempermainkan perasaan

Bahagia yg telah berdua
Masih merasa
Meski ujungmu tak denganku

Entah kebodohan apalagi yang idapiku?
Semalam termakan rayuanmu
Lantas pada remang semak saling menggenapi sahwat

Aku yang lemah pada pesona
Aku yang takluk pada sejumput libido
Meski pahami tubuhmu bukan aku saja yang kecapi

Tiada ketulusanmu
Darimu semua serba transaksional
Padahal saling melenguh menikmati

Ingin pergiku tapi entahlah !

Tulusku dibalas ujaran cemoohan pada pesan-pesanmu
Ingin tersinggunku tetapi menahan diri karena ketulusanku

Akhirnyaku memilih pergi meninggalkan

Cukupi dari kesakitan yang kau beri

Pamit !

Minggu, 05 April 2026

Tergores Kata 100 Juta

Dusta yang kau kemukakan
Dan aku percaya
Betapa naifnya aku terbutakan
Karena aku cinta

Ternyata selama ini aku bukan satu-satunya
Kamu miliki tempat lain untuk mengadu rasa

Aku yang ternyata belum cukup baik untukmu
Kamu yang menautkan rasa dengan yang selain aku

Betapa rapuh cintaku
Percayaimu hanya aku satu-satunya pelabuhan hasratmu
Namun kamu singgahi berbagai ruang hati tanpa aku

100 juta yang ibu katakan
100 juta untuk mengganti perjalanan suci
Sehina itukah percayai perkataan ibu yang berusia senja?
Hingga berlari mengejar pundi-pundi itu
Ada hatiku tergores saat tak mampu penuhinya
100 juta milikmu tak sebanding meregang nyawa saat lahirkanmu

Biadab kepercayaanmu
Agamamu dan agamaku jelas terpampang beda kini

Uang juga cinta menjadi pembeda kini

Lalu apakah ada foto-foto tentang kita?
Merekam jejak-jejak kisah yang terlalui
Jawabanku yakni "foto tentang kita tidak ada"
Karena "aku mengenalmu namun tentangmu sudah kulupakan"