Pisaunya menusukku
Darahku mengenai bajunya
Kemudian
Aku yang meminta maaf padanya
Hidup yang arogan
Kesombongan yang menyelimuti raga
Menghinakan manusia
Melegamkan kebajikan
Tak bisa merubah masa lalu
Tak miliki mesin waktu yang sebatas imajinasi
Jangan menyerah pada masa depan
Melangkahkah dengan nama Tuhan pada jiwa
Menghamparkan sajadah
Melafazkan nama Tuhan
Mencari kedamaian setelah keresahan hidup menerpa
Masih terasa nyeri pisau yang menancap darinya
Tak hendak menjadi pendendam hanya pengingat
Apalagi yang hendak dicari dari dunia?
Kejayaan, kekuasaan, pengakuan?
Hentikan pencarian itu jika menghabiskan waktu untuk Sang Pencipta
Merekapun anjing
Menyalak dengan gonggongan terkeras
Merekapun serigala
Menyeringai karena sedang dekat dengan penguasa
Merekapun singa
Berjoget liar tanpa empati melihat penindasan serta ketidakadilan
Benci rasisme
Benci penghinaan serta perendahan terhadap martabat sesama
Nuranimu menguap bersama tingkah konyolmu dari bicara dan laku
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Antara tingkah laku dan selembar ijazah mana yang lebih utama?
Begitu banyak manusia bergelar tanpa etika berbuat nista
Bergelar tetapi merendahkan manusia serta berbuat aniaya pada dunia
Bertitel berderet-deret tetapi senantiasa mencurangi yang telah tergariskan
Keadilan hanya milik para penjilat
Tertawa sambil mengangkat kaki pada balkon melihat kenestapaan
Tak berempati
Tak bersimpati
"Sesungguhnya aku diturunkan untuk menyempurnakan tingkah laku"
Karena adab lebih tinggi daripada ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar