Kuremas semua rasa
Membakar panas bak matahari
Segalanya ambigu
Singgasana mana yang akan tertuju
Jika bersamaku dirimu tak percaya
Lantas mengapa kau agung-agungkan pertemuan?
Seolah kau yang paling berjasa
Jika potretmu saja tak bisa menjadi kenangan
Alibi
Sejumput kalimat yang buatku merenung
Bahwa dirimu tak sungguh menyayangi
Kamu sekedar mempermainkanku dalam relung
Aku sayangi
Tapi tidak begini
Kamu menyakiti
Dan kini kamu yang menjauh berlari
Hanya satu pinta
Potret itu saja
Pelipur lara
Perajut cinta
Atau ada cinta lain darimu?
Hingga tak bisa beri untukku
Aku cemburu
Tapi kau acuh membeku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar