Meletus satu warna balon
Balonkah yang meninggalkan?
Atau satu warna itu yang lenyap?
Membara penuh gemeretak
Cintakah atau hanya canda belaka?
Percayamu padaku tak sungguh-sungguh
Kau tersenyum tanpa mau memberi
Aku yang terjerembab pada perasaan yang tak berujung
"Jika masih ingin bersama tak usah memaksa"
Begitu ujarmu
Akupun tersentak karena semua usahaku tak pernah bernilai di matamu
"Nyamanpun menghilang bila selalu dipaksa"
Itupun katamu
Akupun memejamkan mata menahan nyeri karena begitu tak berharganya rasaku di hatimu
Saat dirimu ingin
Saat dirimu mau
Aku berusaha dan tak sedikitpun terucap kata terpaksa
Karena saat sayang juga percaya maka rasa nyamanpun selalu ingin bersama
Tetapi dirimu selalu bercanda
Seolah denganku hanya sebuah keterpaksaan
Seolah ingin tahu semua potret juga kabarmu hanya gangguan bagimu
Aku yang terlalu sayang
Karena dirimu pertamaku
Tapi mungkin bagimu diriku hanya sebuah persinggahan
Keterpaksaanmu padaku
Membuatku merasa canggung
Apakah aku benar-benar diingini dirimu?
Kebersamaan kita pada derit-derit waktu membuatmu lelah
Perjalananmu hingga berbaur menjadi kita hanya membuahkan diam seribu bahasa tanpa senyum juga tanpa desahan
Kamu tersenyum tertawa terlihat tak akan merasa kehilanganku jika tak lagi bersama
Lalu bagaimana denganku?
Aku yang terpaksa menahan diri karena dirimu yang keterpaksaan saat bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar