Pagi hari disambut kokok ayam jago
Embun-embun pagi menetes lagi membasahi dedaunan yang terbangun dari tidurnya
Surau-surau memanggil
Kabut belum sepenuhnya menghilang pandangan masih terhalang
Hawa dingin menusuk tulang
Kedinginan berbalut kesejukan tak surutkan langkah menuju surau
Matahari mulai tampakkan sinarnya
Kabut perlahan terbang menghilang
Para lelaki berjalan riang menuju pematang juga tambak ikan
Anak-anak mereka melangkah dengan tawanya sambil menenteng buku-buku pelajaran
Asap-asap mengepul dari belakang rumah
Para perempuan dewasa sibuk dengan tungku
Waktu pagi yang kucinta
Pagi hari di desaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar