Memaksakan otak untuk berpikir keras
Hari ini harus menyelesaikan setidaknya satu
puisi tentang gelisah di badan
Manusia dalam hidup haruslah penuh risau
Dalam risau juga gelisah lalu berserahlah pada
Tuhan
Kebahagiaan tak mutlak digenggam manusia
Bahagialah sewajarnya dengan tak merusak iman
pada Tuhan
Puisi yang kutulis berisi tentang kegelisahan
pencarian pada cinta berTuhan
Selalu saja berdiri mematung lalu bertafakur
penciptaan aku oleh Tuhan
Aku dan dunia yang diciptakan Tuhan
Aku dan dunia yang tidak sekonyong-konyong ada
Ada maksud tersurat dan tersirat Tuhan
ciptakan aku dan dunia
Dunia ini sementara lalu kematian akan
memisahkan dengan dunia
Berakhirkah segalanya setelah kematianku?
Dan segalanya tidak serta merta berakhir
setelah aku mati
Karena ada kehidupan abadi setelah mati
Segala perbuatanku akan dihakimi lalu dinilai
oleh Tuhan
Tuhan Sang Satu yang tak butuh penolong dan
tak butuh pembantu
Semua inci tubuhku akan bicara jujur tentang
hidupku
Ibadahku pada Tuhan lalu mengapa harus lagi
berbuat kerusakan pada dunia?
Aku tak mengerti mengapa nafsu setan selalu
terus mengikuti semua langkah berTuhanku
Tertawa terbahak-bahak karena kenikmatan dunia
seolah tak akan pernah mati saja
Berkacak pinggang merasa bahwa harta juga
kekuasaan yang melimpah bukan atas kehendak Tuhan
Setelah aku mati sesungguhnya hanyalah
berharap kasih Tuhan menerima seluruh amal baikku
Aku tulis ini dalam sadar dan gelisah akan
hidupku yang mencoba meneguhi Tuhan
(Cikampek, Ahad. 12 April 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar